Kampung Naga merupakan suatu perkampungan yang dihuni oleh sekelompok masyarakat yang sangat kuat dalam memegang adat istiadat peninggalan Ieluhumya. Hal ini akan terlihat jelas perbedaannya bila dibandingkan dengan masyarakat lain di luar Kampung Naga. Masyarakat Kampung Naga hidup pada suatu tatanan yang dikondisikan dalam suasana kesahajaan dan lingkungan kearifan tradisional yang lekat.
Wednesday, December 12, 2007
Kampung Naga
Tuesday, December 11, 2007
Savoy Homan Hotel

Central Police Station (Polwiltabes)
Villa Isola
Villa Isola, Jalan Setia Budhi 229.
Constructed in 1933 as a private home for an Italian named D.W Baretty, the building was designed by CP Wolff-Schoemaker. Beretty was the owner of an international news agency that later became
Tuesday, November 27, 2007
The Main Post Office
Landmark Building
Landmark Building, Jalan Braga 131. Better remembered as the Van Dorp Bookshop, this building was designed by CP. Wolff-Schoemaker in the Indo-European Style. Of particular interest is the inclusion of traditional decorations such as the two giant Kala heads on the façade. It was a favored hangout for Bandung intellectuals and an annual sales volume of some 500,000 gulden per year (when a luxurious villa cost between 8,000 and 10,000 gulden. The building was purchased and re-used as the Landmark Exhibition Center in the 1990s.
St. Peter's Cathedral
Bank of Indonesia
Bank of Indonesia, Jalan Braga 108.This beautiful building was designed in a Classical Revival Style and is one of the few remaining I the city. Planned by the firm of E.H.G.H. Cuypers in 1918, it was to house the Javasche Bank . It id the first building in
National Geology Museum
National Monday, November 26, 2007
Thursday, November 22, 2007
Masyarakat Olah Raga Prihatinkan Cihampelas
Harus diakui, banyak sekali nilai historis yang ditorehkan dari keberadaan kolam renang pertama di Indonesia itu. Pihaknya menyayangkan jika akhirnya kolam itu nanti hilang.
Ia mengakui, sulit menahan hal tersebut karena kolam renang tersebut adalah milik perseorangan. Namun, ia berharap pemerintah daerah juga bisa memerhatikan hal ini sehingga minimal fungsinya bisa tetap dipertahankan contohnya melalui kebijakan.
"Undang-undang SKN juga mengatur tentang perubahan lahan tersebut. Kehilangan Cihampelas berarti kehilangan salah satu sarana yang memang saat ini sangat kurang di Jabar," ungkap Yosef.
Tentang kemungkinan action plan yang dilakukan pihaknya, Yosep mengaku, sampai saat ini masih menunggu karena pihaknya belum mendapat kepastian kapan lahan itu akan dijual. Namun, ia berharap PRSI Kota Bandung bisa proaktif memperjuangkannya.
Sementara itu, dari sumber "PR", kolam renang Cihampelas saat ini memang sudah ditawarkan dan sedang dalam proses balik nama dari pemilik sebelumnya kepada dua anaknya. Sudah ada beberapa penawaran dari beberapa pihak, namun sampai saat ini belum diputuskan kepada siapa lahan itu akan berpindah tangan.
Sumber: Pikiran Rakyat, Sabtu, 22 September 2007
Sejarah Renang Terancam Hilang
Begitu pula di dunia olah raga. Banyak tempat bersejarah olah raga di Kota Bandung terancam raib karena berganti fungsi menjadi lahan komersial yang lebih menguntungkan secara ekonomi. Sementara, tidak ada lahan pengganti sehingga yang terjadi cabor-cabor selalu mengeluh kekurangan sarana untuk latihan.
Banyak contoh dan salah satunya yang sudah terjadi adalah hilangnya lapangan tenis Admiral di Dago. Tempat itu memiliki nilai sejarah tinggi khususnya bagi sekolah tenis FIKS yang telah melahirkan banyak petenis nasional seperti Angelique Widjadja. Namun, karena lahan lapangan itu merupakan milik pribadi, apa daya akhirnya lapangan tersebut lepas pula.
Saat ini, Kota Bandung juga terancam kehilangan salah satu tempat bersejarah olah raga lainnya yaitu Kolam Renang Cihampelas. Kendati belum pasti, dari penuturan beberapa kalangan renang terutama dari Klub Aquarius, santer terdengar kolam renang tertua di Indonesia itu akan segera hilang dalam kurun waktu enam bulan. Kolam tersebut akan dijual.
Hal yang wajar sebenarnya jika melihat kepemilikan tempat tersebut. Kolam Renang Cihampelas adalah milik perseorangan dan tentunya jika sang empunya merasa sudah tidak menguntungkan, ia berhak untuk melakukan apa pun terhadap asetnya. Tentunya, jika dijual memang akan lebih menguntungkan karena memang lokasi Cihampelas merupakan salah satu kawasan bisnis perdagangan yang ramai di Kota Bandung.
Namun, di balik hal itu ada satu persoalan yang dilupakan yaitu nilai sejarah kolam tersebut. Berdasarkan sumber dari PB PRSI, Kolam Renang Cihampelas adalah yang pertama dibangun di Indonesia dan digunakan oleh masyarakat umum. Cihampelas didirikan pada 1904, sehingga PRSI menganggap awal dari kegiatan olah raga renang di Indonesia dimulai di Bandung.
Tidak hanya itu, penamaan kawasan dan jalan dengan nama Cihampelas diambil berdasarkan nama kolam pemandian tersebut. Pada saat pembuatan kolam, di sekitar tempat tersebut banyak terdapat pohon hampelas (sejenis pohon berdaun kasar dan bisa digunakan sebagai penggosok). Sumber air yang digunakan untuk mengisi kolam berasal dari sekitar pohon hampelas tersebut.
Sampai saat ini kolam renang tersebut masih mengandalkan sumber mata air tersebut walaupun kini sudah mulai sedikit seiring bertambahnya kegiatan komersial di kawasan itu. Bahkan, pada musim kemarau lalu, kolam renang itu praktis tidak bisa digunakan karena merosotnya debit air dari mata air tersebut. Hal itu juga merupakan salah satu pertimbangan, ke depan kolam tersebut tidak akan bertahan lagi.
Sebenarnya masih banyak lagi tempat olah raga lainnya yang memiliki nilai sejarah dan terancam hilang. Kolam Renang Centrum misalnya, yang kini juga dikabarkan akan segera beralih fungsi menjadi hotel walaupun masih diperdebatkan. Belum lagi yang sama sekali telah hilang seperti lapangan sepatu roda Siliwangi yang belum tergantikan sampai saat ini.
Sebenarnya perubahan fungsi lahan olah raga telah diatur dalam UU Sitem Keolahragaan Nasional. Bahkan, sanksinya cukup berat. Namun, sampai saat ini belum ada petunjuk teknis tentang hal itu sehingga sulit untuk diimplementasikan. Apalagi hal itu menyangkut hak milik pribadi.
Menyangkut masalah Cihampelas tersebut kabarnya beberapa pihak dari kalangan masyarakat olah raga akan mulai bergerak. Seperti yang diusung Sport Watch yang telah menyatakan keprihatinannya mengenai banyaknya perubahan fungsi lahan olah raga termasuk masalah Cihampelas. Juru bicara Sport Watch, Darwin Suratman, mengatakan, pihaknya berharap pemerintah bisa mencarikan jalan keluar mengenai persoalan ini. Bagimanapun nilai sejarah tidak bisa dihilangkan.
Kolam Renang Cihampelas Bakal Hilang
Jalan Cihampelas Berasal Dari Kolam Renang?
Di tengah keramaian dan sesaknya kawasan belanja Cihampelas, ternyata terdapat sebuah kolam renang atau pemandian tertua di Kota Bandung. Kolam ini terletak di sisi jalan kecil Cihampelas yang kini merupakan Jalan Taman Hewan.Kolam renang yang dibangun tahun 1904 ini awalnya berupa kolam ikan milik Nyonya Homann, istri
